Web services

1. Web Service Business Execution Language

Execution language yang dimaksud adalah Business Process Excecution Language (BPEL) merupakan sebuah bahasa yang berbasis pada workflow yang menggabungkan service yang berperan dalam suatu interaksi yang dapat berupa orkestrasi dan koreografi service.
– Orkestrasi adalah proses terpusat yang mengatur semua web service yang terlibat.
– Koreografi adalah proses tidak dijalankan secara terpusat, sehingga web service yang terlibat mengetahui kapan harus mengeksekusi operasi. BPEL menggunakan XML untuk mendefinisikan komposisi fungsi-fungsi web service yang nantinya akan dieksekusi. Bahasa eksekusi proses bisnis untuk web services menyediakan sarana untuk secara resmi menentukan proses bisnis dan protokol interaksi. BPEL digunakan untuk model perilaku baik executable dan proses abstrak yang ruang lingkupnya meliputi:
– Urutan kegiatan proses
– Interaksi layanan utama web
– Pemulihan perilaku dalam kasus kegagalan dan kondisi luar biasa
– Layanan hubungan bilateral berbasis web antara peran proses


2. Web Service Coordination

Semakin rumit aktivitasnya maka akan semakin banyak informasi konteks yang harus dijaga.
Kerumitan aktivitas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
1. Jumlah services yang berperan dalam aktifitas.
2. Lamanya suatu aktifitas.
3. Frekuensi perubahan suatu aktifitas.
4. Banyaknya jumlah instances dari aktifitas yang berjalan secara kongkuren.

Suatu mekanisme diperlukan untuk mengatur informasi konteks dalam aktivitas yang rumit dan WS-Coordination membentuk suatu service umum yang akan menjadi suatu coordinator. Service Coordinator ini akan mengendalikan komposisi dari service lain yang memiliki peran tertentu dalam manajemen context data. Beberapa service tersebut antara lain :
1. Activation service, bertanggung jawab dalam pembuatan konteks yang baru dan menghubungkan konteks ini dengan aktivitas yang sesuai.
2. Registration service, memungkinkan service yang berpartisipasi dalam aktivitas untuk menggunakan informasi konteks yang diterima dari activation service dengan mendaftarkan service tersebut
3. Protocol-spesicific service, mempresentasikan protocol yang didukung oleh coordinator.

Setiap coordinator memiliki suatu tipe koordinasi yang menspesifikasikan suatu kebiasaan dan logika dari aktivitas yang diatur oleh informasi konteks. Tipe koordinasi ini merupakan spesifikasi yang terpisah dan dapat ditambahkan pada WS-Coordination. Dua tipe koordinasi yang secara umum dipakai adalah WS-Atomic Transaction dan WS-BussinesActivity.
Tipe koordinasi ini merupakan sekumpulan protocol yang berisi aturan yang harus diikuti oleh partisipan yang terdaftar dalam suatu aktifitas.
Contoh data yang ada dalam konteks antara lain identitas unik dari aktivitas, nilai expiration dan informasi dari coordination type. Suatu coordination type dimulai ketika application service menghasilkan data konteks yang baru.
Application service dapat mengindikasikan bahwa coordination telah selesai dengan mengirimkan pesan completion kepada coordination service. Selanjutnya coordination mengirimkan pesan completion kepada semua partisipan dan setiap partisipan membalasnya dengan pesan completion acknowledgement.

3. Web Service Transaction

Transaksi merupakan suatu proses untuk mencapai solusi dari automatic system komputation. Merupakan spesifikasi yang menangani permasalahan dalam tipe koordinasi. Secara umum ada dua tipe transaksi yaitu Atomatic Transaction dan Log Running Transaction. Untuk masing – masing jenis ini terdapat spesifikasi khusus yang menanganinya yaitu WS-Atomic Transaction dan WS-Bussines Activity. Kedua spesifikasi tersebut merupakan perluasan dari spesifikasi dari spesifikasi WS-Transaction

Protokol yang dimiliki oleh WS-Transaction secara umum dapat disamakan dengan fitur transaksi ACID secara umum sebagai berikut :
1. Atomic
Memastikan apakah semua perubahan dari transaksi berjalan dengan sukses atau tidak satu pun yang sukses.karakter ini menjalankan transaksi mekanisme rollback untuk mengembalikan semua perubahan yang merupakan akibat dari transaksi yang gagal menjaga kondisi aslinya.
2. Consisten
Memastikan tidak ada perubahan data sebagai akibat dari transaksi yang dapat melanggar validitas dari model data yang digunakan.
3. Isolated
Jika ada transaksi yang berjalan secara konkuren,maka tidak boleh ada gangguan sama sekali.Tiap transaksi harus menjamin lingkungan eksekusi yang terisolasi.
4. Durable
Selama akhir dari transaksi sukses perubahan yang dibuat sebagai hasil transaksi dapat bertahan dari kegiatan yang selanjutnya.
Untuk berpartisipasi dalam transaksi,service pertama kali menerima coordination context dari activation service. Selanjutnya service mendaftarkan pada protocol transaksi yang disediakan,antara lain :
• Completion protocol = untuk menginisiasi status commit atau abort dari transaksi.
• Durable 2PC protocol = untuk service yang merepresentasikan tempat penyimpanan permanen yang harus didaftarkan.
• Volatile 2PC protocol = untuk service menggunakan data temporer.

4. Web Atomic Transaction

Transakasi atomic menerapkan suatu fitur commit dan rollback untuk mendukung transaksi yang cross-service.
Ketika WS-Atomic Transaksion digunakan.coordinator akan beralih peran menjadi atomic transaction coordinator.koordinator ini berperan mengatur partisipan dari transaksi dan memutuskan keluaran final dari transaksi dimana coordinator menggunakan feedback yang diterima dari semua partisipan transaksi. Feedback dikumpulkan dalam dua fase yaitu:
– Fase Prepare
Semua partisipan di notifikasi oleh coordinator dan tiap partisipan diminta untuk bersiap dan mengeluarkan vote.tiap vote mengandung antara permintaan dengan commit ataupun abort lalu vote dikumpulkan dan coordinator memasuki fase commit.

– Fase Commit
Disini dilakukan review terhadap semua vote dan memutuskan apakah transaksi akan commit atau rollback, jika commit maka coordinator memutuskan bahwa transaksi sukses.Tetapi jika satu vote saja adalah abort atau partisipan ada yang tidak memberikan respon, maka transaksi dinyatakan gagal dan dilakukan rollback.

5. Web Service Business Activity

Spesifikasi ini mengatur aktivitas yang sifatnya log-running. Selama durasi menunggu dalam jam, harian, atau bahkan mingguan, aktivias dapat menjalankan beberapa proses yang melibatkan banyak partisipan. Factor yang membedakan antara business activity dengan aktivitas kompleks yang biasa adalah bahwa partisipannya diharapkan untuk mengikuti aturan yang didefinisikan oleh protocol. Business activity juga dapat dibedakan dengan atomic transaction dalam hal penanganannya terhadap exeption dan constrants yang didefinisikan dalam aturan protocol.

Secara umum, protocol dalam business activity tidak menawarkan kemampuan rollback. Akan tetapi untuk tetap menjaga semantic ACID, maka tersedia proses compensation yang akan menjalankan suatu proses lain jika terjadi exeption.

Dua macam protocol WS-Business Activity :
1. Business Agreement With Participant Completion protocol
2. Business Agreement With Coordimation Completion protocol

Selama lifecycle dari aktivitas bisnis, coordinator dan partisipan akan melalui transisi dalam beberapa state. Waktu dilakukannya transaksi diketahui melalui suatu pesan notifikasi yang dikirimkan antara sevice yang berperan. Contoh partisipan dapat mengindikasikan telah menyelesaikan prosesnya dengan mengirimkan completed.

Partisipan dapat juga masuk dalam compensation state jika diperlukan service yang berkaitan, akan tetapi lebih kepada eksekusi suatu proses lain jika proses normal gagal. Hal yang membedakan antara business activities dari atomic transaction adalah fakta bahwa service yang berpartisipasi tidak dibutuhkan untuk menjadi partisipan selama durasi dari aktivitas. Penggunaan business activity tidak dipisahkan dari penggunaan atomic transaction.

6. Delivery Dynamic Content

Pengiriman konten dinamis adalah mekanisme utama untuk distribusi berbagai konten seperti patch perangkat lunak dan aplikasi. Distribusi konten user dapat disesuaikan dengan menggunakan daftar playlist dan advertisement. Proxy digunakan untuk menghemat bandwith, mengurangi network imposed latency dan mengurangi beban pada server asalnya windows media.

Disini web aplication bertindak sebagai titik distribusi yang akan mengirim dan meminta file. Pada tahap pertama file tersebut dipublikasikan, pada tahap kedua user akan mengunduh file pada web aplication kemudian meminta file tersebut ke database origin server dan akan dikirimkan kembali sampai proses unduh selesai. Jika file tersebut gagal di unduh proses distribusi file akan dihentikan dan ditarik kembali oleh database server maka dari itu dibutuhkan sinyal jaringan yang stabil.
– CGI (Common Gateway Interface)
Sekumpulan aturan yang mengarahkan bagaimana sebuah server web berkomunikasi dengan sebagian software dalam mesin yang sama dan sebaliknya. Setiap software dapat menjadi sebuah program CGI yang dapat menangani input/ output berdasarkan standar CGI.
– SSI (Server Side Includes)
Suatu metode dimana halaman-halaman web dapat memasukkan potongan informasi yang secara tidak langsung disimpan dalam file. Sebagai bahasa pemrograman yang sederhana, SSI hanya mendukung satu jenis teks. penggunaan bahasnya yang sederhana memudahkan untuk dipelajari.

7. Virtual Hosting

Adalah sebuah server yang sama secara fisikal melayani beberapa situs web. Dengan virtual hosting klien tidak diharuskan menyewa server sendiri yang mahal biayanya untuk menempatkan data online mereka dan setiap klien akan mendapat jatah space dalam jumlah tertentu pada 1 akun hosting. Metode ini banyak dipakai oleh situs kecil hingga menengah dengan trafic yang tidak terlalu sibuk, contohnya blogspot, wordpress.com dan lainnya.


8. Address Mapping

Menerjemahkan alamat network dari satu format ke format lainnya, metodelogi ini memungkinkan protokol-protokol yang berbeda beroperasi dan bisa saling bertukar.

9. Authentication

Suatu proses untuk melakukan validasi terhadap user credentials, yang ditujukan untuk menentukan apakah seorang user diperkenankan untuk mengakses jaringan atau computing resources. Bila authentication berhasil, maka akan terjalin hubungan trust antara pemberi layanan dan pengguna layanan. Bukti identitas lain yang bisa diterima adalah sesuatu yang unik, hanya dimiliki oleh satu orang saja di seluruh dunia. Logikanya adalah bila ada orang yang membawa barang yang hanya mungkin dimiliki seseorang, maka saya akan yakin bahwa dia adalah benar-benar pemiliknya
Metode authentication yang berbasis pada kerahasiaan informasi adalah:
• Password/PIN : Hanya pemiliknya yang tahu password/pin.
• Digital Certificate : Berbasis pada asymmetric cryptography yang
mengandung informasi rahasia yaitu private key.
• Private Key : Hanya pemiliknya yang tahu private key, orang lain
hanya tahu public key.

Sedangkan metode authentication yang berbasis pada keunikan adalah:
• Retina :Tidak mungkin ada 2 orang yang pola retinanya sama.
• Fingerprint :Tidak mungkin ada 2 orang yang sidik jarinya sama.
• Paspor :Hanya pemiliknya yang bisa menunjukkan foto di paspor sesuai dengan
wajahnya.
• Tandatangan:Hanya pemiliknya yang bisa menuliskan tandatangan dengan sempurna.
Setelah terjalin hubungan trust, selanjutnya layanan apa yang bisa dinikmati pengguna tergantung dari proses authorization.

About ptwgroups

hanya ingin mengerjakan tugas ptw.. :P

Posted on 21 September 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: